Arsip untuk Februari, 2007|Halaman arsip bulanan
Amalan Paling Utama Setelah Amalan Wajib
Amalan yang paling utama setelah amalan-amalan wajib adalah berbeda-beda dan tergantung kepada perbedaan kemampuan dan situasi dengan waktu masing-masing individu, sehingga sangatlah luas dan mungkin tidak berkesudahan apabila kita membahas hal tersebut. Tetapi, satu hal yang hampir disepakati oleh para ulama yang mengenal Alloh dan perintah-Nya, bahwa amalan yang paling utama adalah senantiasa berdzikir mengingat Alloh.
Membaca Mushaf Ketika Sholat
Asy-Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini (Murid Al-Imam Al-Albani, tinggal di Mesir) pernah ditanya:
Apakah boleh hukumnya memegang mushaf atau meletakannya di alat penyangga sambil membacanya ketika sholat lail? Baca selebihnya »
Riya’ datang…setelah amal selesai…
Riya’ merupakan mashdar dari raa-a yuraa-i yang maknanya adalah melakukan suatu amalan agar orang lain bisa melihatnya kemudian memuji. Termasuk ke dalam riya’ juga yaitu sum’ah, yakni agar orang lain mendengar apa yang kita lakukan lalu kitapun dipuji dan tenar.
Riya’ dan semua derivatnya itu merupakan akhlaq yang tercela dan merupakan sifat orang-orang munafiq. Allah berfirman:” Dan apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisaa’: 142) Baca selebihnya »
Menamai Masjid Dengan Nama Orang
Apakah penamaan mesjid dengan nama orang terlarang? Ayat mengatakan “Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan/milik Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping Allah” (QS Al-Jin ayat 18).Apakah bertentangan? Baca selebihnya »
Hadits Lemah: Perselisihan Adalah Rahmat
“Perselisihan di antara umat adalah Rahmat”. Perkataan ini dibawakan oleh Imam Nashr Al-Maqdasy dalam Al-Hujjah dan Imam Al-Baihaqy dalam Ar Risalatul Asy’ariyyah tanpa sanad.
Syaikh Al-Albany rahimatulloh berkata dalam Adh-Dho’ifah no 57: “Tidak ada asalnya (arab: laa ashla lahu) dan para muhadditsin (ahli hadits) telah mengerahkan segenap upaya mereka untuk menemukan sanadnya akan tetapi mereka tidak menemukannya.”
Tinggalkan sebuah Komentar

