Arsip untuk Desember, 2006|Halaman arsip bulanan
Berandai-Andai Dalam Timbangan Tauhid
Saudaraku, semoga Alloh melimpahkan taufik kepada kita semua, kenyataan terkadang membuat seseorang harus menggigit jari. Karena apa yang diinginkannya tidak tercapai, maka mulailah pikirannya melayang-layang dan berandai-andai. Seandainya dulu begini, seandainya kemarin tidak begitu, dan seterusnya. Nah, bagaimanakah Islam memandang pengandaian? Baca selebihnya »
Motivasi Beramal Karena Dunia
Kaum muslimin sekalian, ikhlas adalah pokok agama dan ruhnya tauhid. Artinya seluruh ibadah yang dilakukan mutlak harus disendirikan dan ditujukan untuk mengharap wajah Alloh semata. Seorang yang ikhlas tidak menginginkan agar amalnya dilihat, didengar atau diperhatikan orang lain. Ia beramal tidak untuk kepentingan duniawi, namun ikhlas semata-mata karena Alloh. Dengan demikian, iman dan tauhid seseorang menjadi sempurna. Baca selebihnya »
Bahaya Lisan
Lisan merupakan bagian tubuh yang paling banyak digunakan dalam keseharian kita. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga lisan kita. Apakah banyak kebaikannya dengan menyampaikan yang haq ataupun malah terjerumus ke dalam dosa dan maksiat.
Pada berbagai pertemuan, seringkali kita mendapati pembicaraan berupa gunjingan (ghibah), mengadu domba (namimah) atau maksiat lainnya. Padahal, Alloh Subhanahu wa Ta’ala melarang hal tersebut. Alloh menggambarkan ghibah dengan suatu yang amat kotor dan menjijikkan. Alloh berfirman yang artinya, ”Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik dengannya.” (Al-Hujurat: 12) Baca selebihnya »
Metode Beriman Kepada Alloh
Beriman kepada Alloh adalah rukun iman yang pertama. Rukun ini sangat urgen kedudukannya dalam agama Islam, sehingga wajib bagi kita untuk mengilmuinya dengan benar supaya melahirkan akidah yang benar tentang Alloh Ta’ala. Bukanlah yang dimaksud dengan beriman kepada Alloh itu hanya sekedar keyakinan bahwa Alloh itu ada, atau sekedar yakin bahwa Alloh adalah satu-satunya pencipta, pengatur, yang menghidupkan, mematikan dan memberi rizki bagi alam semesta.
Sungguh sangat ironis sekali dimana pemahaman salah ini malah dipegangi oleh sebagian kaum muslimin yang mengaku sudah paham tentang iman, islam dan tauhid! Kalaulah memang benar apa yang mereka katakan, maka orang-orang musyrikin yang diperangi oleh Rosululloh malah sudah mendahului mereka dalam mengikrarkannya, sebagaimana hal tersebut banyak disitir dalam Al Qur’an. Baca selebihnya »
Dahsyatnya Syirik
Setiap muslim pasti mengetahui bahwa syirik hukumnya adalah haram. Namun, apakah kita telah mengetahui hakikat syirik serta seberapa besar tingkat keharaman dan bahayanya? Boleh jadi ada yang berkata, “Syirik itu haram, harus ditinggalkan!”, namun dalam kesehariannya justru bergelimang dalam amalan kesyirikan sedangkan ia tidak menyadarinya. Oleh karena itu ada baiknya kita kupas permasalahan ini agar tidak terjadi kerancuan di dalamnya. Baca selebihnya »
Agama Ibrahim VS Agama Liberal
Pembaca yang budiman, Alloh Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang menjadi teladan, senantiasa patuh kepada Alloh dan hanif, dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang berbuat syirik (kepada Alloh).” (An-Nahl: 120). Perhatikanlah, Alloh memberi sifat kepada Ibrahim dengan sifat-sifat yang merupakan sifat tertinggi dalam tauhid. Dia adalah imam, yaitu menjadi suri teladan, pemimpin dan pendidik kebaikan. beliau senantiasa patuh kepada Alloh. Beliau adalah orang yang ikhlas dan jujur dan jauh dari syirik. Baca selebihnya »
3 Pokok Ajaran Islam
Sejauh Mana Pemahaman Kita?
Tak terasa, sudah sejak lama sekali (mungkin sudah 20-an tahun atau bahkan lebih) kita menjadi sebagai seorang muslim. Nikmat yang besar ini patutlah kita syukuri, karena banyak diantara manusia yang tidak memperoleh nikmat ini. Dan nikmat inilah yang sangat menentukan bahagia atau sengsaranya kita di hari akhir nanti.
Pada kesempatan ini, tidaklah kami ingin menanyakan ‘Sejak kapan kita masuk islam?’ atau ‘Bagaimana ceritanya kita masuk islam?’ karena jawaban pertanyaan ini bukanlah suatu yang paling mendasar dan paling penting. Namun pertanyaan paling penting yang harus kita renungkan dan kita jawab pada setiap diri kita adalah: ‘Sudah sejauh manakah kita telah memahami dan mengamalkan ajaran kita ini?’ Pertanyaan inilah yang paling penting yang harus direnungkan dan dijawab, karena jawaban pertanyaan inilah yang nantinya sangat menentukan kualitas keislaman dan ketakwaan seseorang. Baca selebihnya »
Adab Membaca Al-Qur’an
Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Ta’ala. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Baca selebihnya »
Pentingnya TAUHID
Tauhid adalah sesuatu yang sudah akrab di telinga kita. Namun tidak ada salahnya kita mengingat beberapa keutamaannya. Karena dengan begitu bisa menambah keyakinan kita atau meluruskan tujuan sepak terjang kita yang selama ini yang mungkin keliru. Karena melalaikan masalah tauhid akan berujung pada kehancuran dunia dan akhirat.
Tujuan Diciptakannya Makhluk Adalah Untuk Bertauhid
Alloh Ta’ala berfirman, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz Dzariyaat: 56). Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata, yaitu tujuan mereka Kuciptakan adalah untuk Aku perintah agar beribadah kepada-Ku, bukan karena Aku membutuhkan mereka (Tafsir Al Qur’anul ‘Adzhim, Tafsir surat Adz Dzariyaat). Makna menyembah-Ku dalam ayat ini adalah mentauhidkan Aku, sebagaimana ditafsirkan oleh para ulama terdahulu yang sholeh. Baca selebihnya »
Bencana di Atas Bencana
Segala puji bagi Alloh. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wassalam. Para pembaca yang budiman, Alloh Ta’ala berfirman yang artinya, “Sungguh jika kamu berbuat syirik pastilah seluruh amalmu akan terhapus dan kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65)
Oleh karena itu, pada hakikatnya, orang yang paling berjasa kepada kita adalah orang yang memperingatkan kita dari segala bentuk kesyirikan dan sarana-sarana yang mengantarkan kepadanya yang begitu banyak bertebaran di muka bumi walaupun sarana-sarana itu telah dipoles sedemikian rupa…! Baca selebihnya »
Tinggalkan sebuah Komentar

