Berjabat Tangan Dan Ucapan Di Hari Raya ‘Iedul Fithri

Setelah adzan Magrib berkumandang pada hari terakhir Romadhon atau setelah pernyataan Pemerintah mengenai esok adalah hari raya ‘Iedul Fitri. Telphone/ponsel, fax, email dan berbagai media komunikasi lainnyapun sibuk, para penggunanya saling bersilahturahim dengan sanak saudara, karib kerabat ataupun rekannya yang berada jauh di mata. Setelah sholat ‘Ied, mulailah suasana silahturahim, saling bersalaman dan saling mengucapkan hari raya ‘Iedul Fithri mewarnai di hampir setiap rumah-rumah atau tempat-tempat kaum muslimin berkumpul. Suasana ini berlangsung dalam kurun waktu beberapa hari selama bulan Syawal. Baca selebihnya »

Catatan Kaki Mengenai Makna ‘Iedul Fithri

Sebagian besar kaum muslimin mempunyai keyakinan bahwa makna “’Iedul Fithri” adalah hari kembali ke fithrah (suci). Ungkapan-ungkapan ini, semakin tidak asing lagi ketika menjelang Romadhon berakhir, baik dari para khotib/penceramah sampai berbagai tayangan atau tulisan baik di media elektronik, media cetak dan spanduk-spanduk serta lainnya. Baca selebihnya »

POKOK SUMBER AQIDAH

Salah satu ciri manhaj (jalan) yang lurus adalah manhaj yang memiliki kesamaan mashdar (sumber) pengambilan dalil dalam masalah agama, khususnya masalah-masalah yang berkaitan dengan akidah. Hal ini berlaku kapan dan di mana pun kaidah tersebut digunakan. Tidak ada kesimpangsiuran pemahaman akidah pada setiap zaman dalam manhaj tersebut. Dari zaman Rasululloh sholallahu ‘alaihi wassalam hingga zaman sekarang dan sampai kapan pun, prinsip akidah yang benar tidak pernah berubah. Jika ada perubahan dalam hal akidah, tentu agama ini belumlah sempurna. Prinsip inilah yang digunakan oleh para ulama dalam memahami dan menjaga syariat Islam.
Jika kita menelaah tulisan para ulama dalam menjelaskan akidah, maka akan didapati 2 sumber pengambilan dalil penting. Dua sumber tersebut meliputi :
1. Dalil asas dan inti yang mencakup Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’ para ulama
2. Dalil penyempurnaan yang mencakup akal sehat manusia dan fitrah kehidupan yang telah diberikan oleh Alloh azza wa jalla Baca selebihnya »

Apakah Hari Akhir itu ?, Bagaimana beriman kepadanya ?

Hari akhir adalah hari kiamat, dimana seluruh manusia dibangkitkan untuk dihisab dan dibalas sesuai amal perbuatannya masing-masing. Kaum muslimin mengatakan hari Akhir, karena tidak ada hari lagi setelahnya. Pada hari itulah penghuni Surga dan penghuni Neraka masing-masing menetap pada tempatnya. Kemudian bagaimana kita beriman kepada hari akhir ?. Baca selebihnya »

Amalan Paling Utama Setelah Amalan Wajib

Amalan yang paling utama setelah amalan-amalan wajib adalah berbeda-beda dan tergantung kepada perbedaan kemampuan dan situasi dengan waktu masing-masing individu, sehingga sangatlah luas dan mungkin tidak berkesudahan apabila kita membahas hal tersebut. Tetapi, satu hal yang hampir disepakati oleh para ulama yang mengenal Alloh dan perintah-Nya, bahwa amalan yang paling utama adalah senantiasa berdzikir mengingat Alloh.

Baca selebihnya »

Membaca Mushaf Ketika Sholat

Asy-Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini (Murid Al-Imam Al-Albani, tinggal di Mesir) pernah ditanya:

Apakah boleh hukumnya memegang mushaf atau meletakannya di alat penyangga sambil membacanya ketika sholat lail? Baca selebihnya »

Riya’ datang…setelah amal selesai…

Riya’ merupakan mashdar dari raa-a yuraa-i yang maknanya adalah melakukan suatu amalan agar orang lain bisa melihatnya kemudian memuji. Termasuk ke dalam riya’ juga yaitu sum’ah, yakni agar orang lain mendengar apa yang kita lakukan lalu kitapun dipuji dan tenar.

Riya’ dan semua derivatnya itu merupakan akhlaq yang tercela dan merupakan sifat orang-orang munafiq. Allah berfirman:” Dan apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisaa’: 142) Baca selebihnya »

Menamai Masjid Dengan Nama Orang

Apakah penamaan mesjid dengan nama orang terlarang? Ayat mengatakan “Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan/milik Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping Allah” (QS Al-Jin ayat 18).Apakah bertentangan? Baca selebihnya »

Hadits Lemah: Perselisihan Adalah Rahmat

“Perselisihan di antara umat adalah Rahmat”. Perkataan ini dibawakan oleh Imam Nashr Al-Maqdasy dalam Al-Hujjah dan Imam Al-Baihaqy dalam Ar Risalatul Asy’ariyyah tanpa sanad.

Syaikh Al-Albany rahimatulloh berkata dalam Adh-Dho’ifah no 57: “Tidak ada asalnya (arab: laa ashla lahu) dan para muhadditsin (ahli hadits) telah mengerahkan segenap upaya mereka untuk menemukan sanadnya akan tetapi mereka tidak menemukannya.”

Baca selebihnya »

Hanya Kepada Alloh Semata Doa Seorang Hamba

MediaMuslim.InfoBerdoa dan melaksanakan berbagai Ibadah haruslah hanya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala semata. Sudah menjadi hak Alloh Subhanahu wa Ta’ala bahwa tiada yang boleh menyekutukan NYA dengan segala sesuatu apapun. Sangatlah terlarang dan tercela seperti yang dilakukan banyak kaum muslim saat ini yang berbondong-bondong menuju kuburan “orang-orang sholeh” dan meminta serta beribadah disana. Wallohu A’lam

Alloh Subhanahu wa Ta’ala dekat dengan para hamba-Nya. Alloh mengetahui kedudukan mereka, mengabulkan permohonan mereka dan tidak ada sedikitpun urusan mereka yang tidak Dia ketahui. “Sesungguhnya bagi Alloh tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.” (QS: Ali Imran: 5)
Baca selebihnya »

Halaman Berikutnya »

  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terakhir

    leni di Metode Beriman Kepada All…
    Muhammad Yusuf di Agama Ibrahim VS Agama Li…
  • Blog Stats

  • Serba Serbi AM


    MediaMuslim.INFO - Situs Islam Terdepan Terpercaya   KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Arsip

  • ArsipMoslem del.icio.us

  • RSS MediaMuslim.INFO